REKAYASA
NILAI
Apakah
sebenarnya maksud Rekayasa Nilai itu? Dari beberapa definisi dari Rekayasa Nilai
(Value Engineering) yakni merupakan teknik perancangan sistem yang sistematis
dengan menggunakan teknik-teknik untuk mengidentifikasi fungsi - fungsi yang
diperlukan, menerapkan nilai-nilai dan mengembangkan alternatif-alternatif
sehingga tercapai keseimbangan fungsional terbaik antara biaya keadaan dan
performansi dari suatu sistem atau produk. Atau dengan kata lain Rekayasa Nilai
merupakan suatu susunan metode untuk mengurangi biaya produksi atau penggunaan
barang dan jasa, tanpa mengurangi mutu yang diperlukan atau performa (
Performance ).
Menurut
Society of American Value Engineering,
Rekayasa Nilai merupakan Suatu teknik yang diterapkan secara sistematis untuk
menentukan fungsi suatu produk atau jasa, menentukan nilai moneter dari fungsi
tersebut serta memenuhinya dengan biaya total minimum. Ada beberapa karakteristik
Value Engineering menurut(Zimerman, L.W
and Hart, 1982) sebagai berikut:
a. Berorientasi
fungsi, perancangan dimulai dengan identifikasi fungsi-¬fungsi yang dibutuhkan.
b. Pendekatan sistematis, perancangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh dimensi permasalahan.
c. Multi disiplin, perancangan melibatkan berbagai keahlian.
d. Berorientasi pada siklus hidup produk, analisa mencakup keseluruhan siklus hidup produk.
e. Pola pikir kreatif, proses perancangan harus dapat mengidentifikasi alternatif-alternatif pemecahan masalah kreatif.
b. Pendekatan sistematis, perancangan harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh dimensi permasalahan.
c. Multi disiplin, perancangan melibatkan berbagai keahlian.
d. Berorientasi pada siklus hidup produk, analisa mencakup keseluruhan siklus hidup produk.
e. Pola pikir kreatif, proses perancangan harus dapat mengidentifikasi alternatif-alternatif pemecahan masalah kreatif.
Ukuran nilai ditentukan oleh fungsi atau kegunaannya,
sedangkan harga atau biaya ditentukan oleh substansi barangnya atau harga
komponen-komponen yang membentuk barang tersebut.
Ukuran nilai condong ke arah
subjektif, sedangkan biaya tergantung kepada angka (monetary value) pengeluaran
yang telah dilakukan untuk mewujudkan barang tersebut
Sedangkan
Prinsip dasar Rekayasa Nilai,pada dasarnya suatu produk dirancang dengan tujuan
utama untuk memenuhi kebutuhan dan memberi kepuasan kepada konsumen pemakai
produk tersebut. Atribut yang terdapat pada produk yang dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen pemakainya dinamakan fungsi (value)
sering terjadi, para perancang produk menciptakan fungsi-fungsi pada produk
secara berlebihan sehingga adanya fungsi-fungsi yang tidak/kurang dibutuhkan
ini berakibat timbulnya biaya tambahan yang tidak dikehendaki. Value dapat
dinyatakan dengan memperbandingkan performansi dengan biaya,dengan rumus yakni:
VALUE = (performasi/biaya)
VALUE = (performasi/biaya)
Persamaaan ini juga
menggambarkan perbedaan mendasar antara rekayasa nilai dan penurunan ongkos
(cost reduction) biasa, yaitu bahwa menaikkan nilai tidak harus menurunkan
ongkos. Nilai dapat juga dinaikkan dengan peningkatan performansi. Jadi
rekayasa nilai kemungkinan tidak mengusahakan penurunan ongkos, tetapi perbaikan
dalam performansi yang menyebabkan kenaikan harga nilai.
Nilai dapat
ditingkatkan dengan cara meningkatkan fungsi atau faedah dengan tidak menambah
biaya. Serta mengurangi biaya dengan mempertahankan fungsi atau faedah.
Analisis biaya
untuk rekayasa nilai juga diperlukan untuk tolak ukur atau pembanding guna
mengukur faktafakta yang telah terkumpul pada tahap informasi. Pentingnya
analisis biaya bertambah karena rekayasa nilai bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara fungsi yang sesungguhnya terhadap biaya yang diperlukan dan
memberikan cara pengambilan keputusan mengenai usaha-usaha yang diperlukan
selanjutnya.
Tujuan dari
Rekayasa Nilai untuk memperpanjang penggunaan sumber daya, orang,waktu, biaya
dan material,menciptakan perubahan dengan sengaja,membentuk ketrampilan baru
pada individu.
Dalam
implementasi Rencana Kerja Rekayasa Nilai ada beberapa tahapan yakni:
- Tahap Informasi, tahap informasi dari proses rekayasa nilai meliputi merumuskan masalah, mengumpulkan fakta, mengenal objek (produk) dengan mengkaji fungsi, dan mencatat biaya.
- Tahap spekulasi, pada tahap ini kemungkinan lain dianalisis dengan menanyakan apakah ada alternatif lain yang dapat memenuhi fungsi atau kegunaan yang sama.
- Tahap Analisis, di sini penyaringan dan kombinasi antara keperluan proses produksi, pemasaran, dan fungsi mengalami kristalisasi, artinya yang pada tahap sebelumnya baru berupa ide kini meningkat ke pemecahan secara kongkrit.
- Tahap pengembangan, pada tahap ini alternatif-alternatif yang terpilih dari tahap sebelumnya dibuat program pengembangannya sampai menjadi usulan yang lengkap.
- Tahap penyajian dan program tindak lanjut, ini adalah tahap akhir proses rekayasa nilai, yang terdiri dari persiapan dan penyajian kesimpulan hasil rekayasa nilai kepada yang berkepentingan.
Dalam rekayasa nilai, yang
diperhitungkan hanya nilai ekonomisnya saja yaitu meliputi Nilai Guna, Nilai
Prestise, Nilai tukar, dan Nilai biaya. Dan pada dasarnya Rekayasa Nilai
dilakukan secara sadar dan merupakan penerapan secara sistematik dari
sekumpulan teknik yang mengidentifikasikan fungsi yang dibutuhkan, penetapan
nilai untuk fungsi tersebut, dan mengembangkan alternati - ¬alternatif yang
dapat melakukan fungsi dengan ongkos minimum.
SUMBER:
jurnalsmartek.files.wordpress.com2012041_mastura-labombang-so-edit-agst_2007
eprints.upnjatim.ac.id/1313/1/TS-ANNA_R_42

